Oleh: Mr. Mustofa | 1 Februari 2009

Ciri-ciri Kreativitas

Seorang putra bangsa Indonesia bernama Umar Hasan Saputra telah berprestasi dengan menemukan Nutrisi Saputra dari IPB Bogor. Ada 10 manfaat dari hasil temuannya yang dia teliti sejak tahun 1992 sampai mendapatkan hasil pada tahun 2002, tetapi baru diumumkan secara luas tahun 2006 oleh Ir Ciputra salah satu pengusaha yang sukses dalam bidang properti dan peduli pada pendidikan, selain seorang yang sukses sebagai enterpreneur yang mampu menghasilkan berbagai projek di Indonesia. Manfaatnya Nutrisi Saputra adalah menghemat pupuk, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas, ramah lingkungan, mudah dibawa dan disimpan, tahan kekeringan, panen lebih cepat, penggunaan mudah, banyak gunanya dan ketersediaan stok barang. Selain itu lebih tahan hama, dan rendemen lebih tinggi. Hal yang menggembirakan dia memperkirakan tahun 2008 Indonesia akan bebas masalah pangan.  Apakah sudah menjadi kenyataan ? 

Umar Hasan Saputra seorang yang mempunyai potensi diri (bakat) di bidang pertanian. Hal ini dapat dilihat dari tiga hal yaitu (1) kemampuan di atas rata-rata, (2) kreativitas dan (3) tanggung jawab terhadap tugas. Ini berarti dia memiliki kemampuan di atas rata-rata dan punya ciri-ciri kreativitas seperti dikemukakan oleh Cholisin (2005:3) sebagai berikut :

1.    Dorongan ingin tahu besar

2.    Sering mengajukan pertanyaan yang baik

3.    Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah

4.    Bebas dalam menyatakan pendapat

5.    Mempunyai rasa keindahan

6.    Menonjol dalam salah satu bidang seni

7.    Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain

8.    Memiliki rasa humor tinggi

9.    Daya imajinasi kuat

10.Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan, gagasan, karangan, pemecahan masalah)

11.Dapat bekerja sendiri

12.Kemampuan elaborasi (mengembangkan atau memerinci) suatu gagasan.

     Selain  itu ciri-ciri kreativitas dapat dilihat dari seseorang yang memiliki rasa ingin tahu (sense of curiosity), kebutuhan untuk berprestasi (need of achievement), dapat beradaptasi (adaptable) dan memiliki kemampuan menempuh resiko.

Prestasi diri merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan, dan akan optimal jika dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan.Dalam kaitannya dengan anak berbakat dinamakan anak lantib, Gardner memiliki pandangan yang berbeda, ia menyatakan bahwa “keberbakatan” manusia bukanlah berdasarkan skor tes standar semata, namun sebagai:

1.     Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.

2.     Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.

3.     Kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang (Sumadi, Soetjipto,2006).

Anak berbakat (anak Lantib) dibedakan dari anak jenius. Anak jenius disebut juga anak berbakat taraf sangat tinggi (highly gifted) yang sangat jarang ditemukan sedangkan anak berbakat banyak ditemukan di sekolah-sekolah. Ada lima macam keberbakatan, yaitu (1) keberbakatan intelektual, (2) keberbakatan akademik,(3) keberbakatan kreatif, (4) keberbakatan kepemimpinan dan sosial, dan (5) keberbakatan seni. Namun demikian dalam konteks Multiple Intelligences terdapat delapan keberbakatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: