Oleh: Mr. Mustofa | 4 Januari 2009

Sikap terhadap Globalisasi

Arus globalisasi mencapai puncaknya setelah perang dingin berakhir. Sekat-sekat antar bangsa yang tadinya sulit ditembus berubah menjadi mudah diterobos. Ada tiga kelompok sikap terhadap globalisasi yaitu Zero Sum Nationalism, Laisser Faire Cosmoplitanism dan Possitive Economic Nationalism.

Zero Sum Nationalism :

Yaitu pihak yang menginginkan agar pemerintah mengutamakan kepentingan nasional ( me-ngabaikan arus globalisasi ), walaupun hal tersebut dapat merugikan negara lain. Dapat dilakukan dengan menolak pasar bebas dan melarang import.

Laisser Faire Cosmoplitanism:

Pihak yang menghendaki agar pemerintah tidak ikut campur tangan dalam perekonomian nasional maupun internasional. Mereka beranggapan seluruh dunia adalah satu pasar dan satu perekonomian ( pasar bebas )

Possitive Economic Nationalism :

Pihak yang menghendaki agar pemerintah meningkatkan kemampuan rakyatnya secara optimal agar dapat bersaing dalam perekonomian internasional. Pemerintah dituntut untuk bekerja sama dengan negara lain demi keseimbangan perekonomian internasional.

 

Menurut John Naisbitt, Arus globalisasi memiliki kecenderungan :

1.    Masyarakat industri bergeser ke masyarakat informasi

2.    Teknologi beralih dari mengandalkan tenaga ke teknologi canggih

3.    Ekonomi nasional menuju jangka panjang

4.    Jangka pendek menjadi jangka panjang

5.    Sentralisasi menjadi desentralisasi

6.    Bantuan lembaga berubah menjadi bantuan diri sendiri

7.    Demokrasi perwakilan beralih menjadi demokrasi partisipatori

8.    Hierarkhi berubah  menjadi jaringan kerja

9.    Pertumbuhan ekonomi utara (negara maju) beralih ke selatan ( negara berkembang)

 

Hal-hal yang harus dipersiapkan Indonesia :

1.      Pendidikan

2.      Demokrasi dan stabilitas nasional

3.      Memperkuat pasar dalam negeri

4.      Meningkatkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif produksi dalam negeri

Sikap yang harus dikembangkan terhadap dampak Globalisasi :

1.    Menyiapkan SDM yang berdaya saing melalui pendidikan

2.    Menyiapkan perekonomian agar siap menghadapi era pasar bebas

3.    Meningkatkan kehidupan demokrasi dan menghargai HAM

4.    Mengembangkan sikap kosmopolit dan toleran

5.    Memperkuat kepribadian dan budaya bangsa.

About these ads

Responses

  1. thank you very much Mr Mustofa.my suggest:please try and try.I know you can success in day later.do not forget that.Okay?see you later

  2. Mr Mustofa I glad to meet you in here ………..
    and I want join and sharing.

    Pasar bebas yang di agung-agungkan negara Barat, misalnya US ambruk dan bahkan hampir bangkrut, ternyata diperlukan uluran tangan atau ikut campur tangan pemerintah. Hal ini sebaiknya menjadi pelajaran yang berharga bagi bangsa Indonesia untuk bersikap di era global seperti yang Mr Mustofa tulis dan mari kita gali kekuatan bangsa yang terkristal dalam nilai-nilai Pancasila. Jangan curiga dulu …….. bukan indoktrinasi
    Selamat berkarya


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: